Dari Sastra ke Code: Perjalanan 4 Bulan Belajar Ngoding di Skodev

Hi! Kenalin aku Fafa, anak content yang tiba-tiba aktif belajar ngoding! Aku sebenarnya bukan anak Teknik yang sehari-hari ngulik tools codingan atau otak-atik software. Aku lulusan Sastra Indonesia yang biasanya berkutat dengan karya sastra. Kebayang nggak sih betapa bedanya dunia yang aku masukin sekarang? Mungkin kalian mikir, “Kok bisa tiba-tiba nyemplung di dunia coding? Nggak ribet kah?

Tenang, guys! Buat kalian yang berpikir dunia ngoding itu ribet, spoiler alert: nggak kok! Emang sih, ada ribetnya, apalagi bagi pemula. Tapi jangan salah, tentunya perjalanan aku belajar ngoding tuh nggak mulus dan beda banget sama orang lain.

Awalnya terjun belajar ngoding itu coba-coba karena penasaran, terus akhirnya ikut program Kampus Merdeka di tahun 2022 selama 6 bulan. Tapi ya jangan berpikir kalau waktu secepat itu aku langsung jago as a developer. Setelah program itu selesai, aku vacum belajar ngoding karena fokus kuliah. Alhasil, ngoding-nya mandek gitu aja dan nganggep ngoding hanya mimpi masa lalu aja.

Tantangan Baru: Belajar Ngoding Lagi Setelah 2 Tahun!

Website Skodev

Kita fast forward ke tahun 2024, saat lagi santai scrolling sosial media, temanku yang anak Front-End Developer tiba-tiba kirim lowongan kerja di Skodev — sebuah tempat belajar coding untuk pemula. Kebetulan Skodev lagi buka posisi part-time buat Programmer x Marketer. Pikirku, “Wah, ini kesempatan buat mulai ngoding lagi.” Aku apply dan ternyata dapet feedback positif, tapi dengan syarat harus belajar coding lebih dalam di Skodev selama 4 bulan.

Belajar HTML, CSS dan JavaScript Lagi

Waktu yang diberikan sebenarnya singkat banget yakni 4 bulan, tapi jangan salah! Di Skodev, belajarnya seru dan aku bisa ngulik materi seperti HTML, CSS, dan JavaScript dari nol.

Ini jadi tantangan baru buatku karena teknologi ini adalah dasar yang kuat buat Front-End Development, dan tentunya senang banget bisa ngulik-ngulik desain web dan bikin tampilan yang rapi. Ada rasa puas banget pas akhirnya bisa bikin website sederhana yang tampilannya nggak kalah kece dari website lainnya.

Selama 4 bulan, aku belajar dengan kurikulum yang cukup seru di Skodev! Atau bisa dibilang sistem belajar ini Gue banget!

Berbagai Kelas Berbayar yang Tersedia di Skodev, yakni Kelas HTML dan CSS serta Kelas JavaScript. Ada juga kelas GitHub.

Sebelum masuk ke pembahasan terkait kurikulum, kesan pertama melihat website Skodev itu udah bikin aku betah!

Pasti kalian juga merasakan hal yang sama kaya aku setelah lihat gambar di atas. Coba deh sebelum lanjut ke pembahasan yang lebih dalam, kalian bisa lihat dan explore website Skodev terlebih dahulu, yuk scroll website Skodev dulu;)

Yaps, tampilan web-nya clean, interaktif dan ada animasi ala game Harvest Moon — berasa langsung eye-catching dan bikin semangat belajar! Jadi berasa kayak main sambil belajar; pengalaman belajar jadi nggak terasa kaku atau serius banget, bener-bener asik deh.

Kurikulum yang Seru

Nah, soal kurikulum materi coding di Skodev ini juga salah satu hal yang bikin aku suka. Materinya dipecah jadi bagian-bagian kecil yang nggak bikin pusing, cocok banget buat yang baru nyemplung di dunia coding kayak aku. Aku bisa ngerjain proyek-proyek coding kapan aja tanpa merasa dikejar-kejar deadline. Fleksibel banget!

Kamu bisa lihat modul-modul yang akan dipelajari. Contohnya modul JavaScript terbagi jadi 9 sub-modul, seperti gambar berikut:

Daftar Sub-Modul JavaScript di Skodev

Nah, di sub-modulnya pun dipecah menjadi beberapa chapter:

Daftar Chapter Sub-Modul JavaScript di Skodev

Setiap chapter-nya juga ada penugasan sebagai latihan kita dalam membuat proyek dari pelajaran yang sudah dipelajari. Jadi, kita bisa lebih paham materi dan langsung mempraktekkan ke proyek nyata.

Contoh Tugas Latihan Proyek

Belajar di sini nggak sekedar baca teks panjang yang ngebosenin. Skodev menyediakan video tutorial yang menjelaskan nggak cuma “cara pakainya” tapi juga “kenapa kita pake kode ini.” Penjelasan kayak gini tuh berharga banget, karena tahu alasan di baliknya bikin aku lebih gampang nyambung ke materi yang lain.

Pembelajaran Blended Learning

Kelas Interaktif yang Ngebantu Banget

Forum Komunitas Skodev

Salah satu fitur favoritku di Skodev adalah forum komunitasnya!

Walaupun belajar online dan mandiri, adanya forum komunitas Skodev bikin aku merasa ada “teman belajar.” Kalau ketemu error atau lagi stuck saat nulis kode, aku langsung cari solusi di forum. Kadang ada yang udah pernah nanya masalah yang sama, jadi bisa langsung nemu jawaban. Kalaupun nggak ada, tinggal drop pertanyaan aja, dan bakal ada yang bantu jawab.

Belajar coding tuh emang beda dari sekedar baca teori — prakteknya justru yang lebih penting! Dan kadang prakteknya bisa jadi sulit banget. Adanya feedback dari forum bikin semuanya terasa lebih ringan dan nggak ngerasa sendirian saat belajar.

Proyek Website Portofolio

Halaman Awal Proyek Website Portfolio

Proyek besar pertama yang aku selesaikan adalah membuat website portofolio sederhana. Di proyek ini, aku belajar banyak tentang struktur HTML untuk membangun halaman web yang teratur, menggunakan CSS untuk menata dan memperindah tampilan, serta menambahkan JavaScript untuk membuat halaman lebih interaktif.

Baris Kode dari Proyek Website Portfolio

Halaman Awal Proyek Website Portfolio

Halaman Awal Proyek Website Portfolio

Walaupun sederhana, proyek ini sangat penting karena jadi landasan untuk proyek-proyek berikutnya dan sebagai bukti nyata bahwa aku bisa bikin sesuatu yang berguna dari hasil belajar ini.

Proyek Website Kuis Interaktif

Setelah website portofolio, aku juga berhasil membuat proyek besar lainnya di modul JavaScript yaitu website kuis interaktif.

Halaman Awal Proyek Website Quiz

Di sini, tantangannya makin seru karena aku harus menggunakan JavaScript lebih dalam untuk membuat fitur interaktif.

Baris Kode dari Proyek Website Quiz

Website kuis ini memungkinkan pengguna menjawab pertanyaan dan melihat skor mereka langsung. Dari proyek ini, aku belajar tentang cara kerja fungsi-fungsi JavaScript, penggunaan event listeners, dan bagaimana membuat halaman yang merespons aksi pengguna.

Halaman Quiz

Halaman Hasil Quiz

Halaman Product pada Website Quiz

Gimana? Seru, kan? Jadi buat kalian yang mau mulai belajar ngoding, jangan takut duluan!

Di Skodev, kalian bisa belajar coding dari dasar dengan metode yang fun dan fleksibel. Cobain deh, siapa tahu coding malah jadi hobi atau bahkan karier baru kalian!

Daftar Kelas Coding online — Belajar programming untuk pemula dengan kelas-kelas online dan seru dari Skodev

Yuk belajar ngoding di Skodev!